Skip to Content

Peta Media Sosial 2025: YouTube di Puncak, TikTok Berjuang, Threads Mencari Jati Diri

Mengungkap Tren Media Sosial 2025: Dominasi YouTube, Pergeseran Pengguna, dan Tantangan Platform Baru.
February 21, 2025 by
Peta Media Sosial 2025: YouTube di Puncak, TikTok Berjuang, Threads Mencari Jati Diri
tim.kreatif.life

Peta Media Sosial 2025: Dominasi YouTube dan Pergeseran Tren Digital


Pada tahun 2025, lanskap media sosial mengalami perubahan yang signifikan dengan dominasi beberapa platform besar dan munculnya pemain baru yang berusaha menarik perhatian pengguna. Berdasarkan analisis mendalam mengenai jumlah pengguna aktif, waktu yang dihabiskan, jangkauan iklan, serta tren demografi, YouTube muncul sebagai platform teratas, disusul oleh WhatsApp, Facebook, Instagram, dan TikTok. Artikel ini akan mengupas lebih dalam tentang bagaimana media sosial berkembang di tahun ini dan apa implikasinya bagi pengguna serta pemasar digital. 

YouTube: Raja Media Sosial di 2025

Sebagai platform yang paling banyak digunakan, YouTube memiliki jumlah pengguna aktif 16% lebih banyak dibandingkan WhatsApp yang menempati posisi kedua. Data Android menunjukkan bahwa YouTube mencerminkan penggunaan media sosial global secara lebih akurat, dengan pengecualian Tiongkok yang memiliki ekosistem aplikasi tersendiri.

Selain menjadi platform favorit bagi banyak pengguna, YouTube juga mendominasi dalam hal jangkauan iklan dengan potensi mencapai 2,53 miliar pengguna per bulan, melampaui Facebook. Waktu yang dihabiskan di YouTube hampir dua kali lipat dibandingkan TikTok, menjadikannya platform utama untuk konsumsi konten video berdurasi panjang.


Pergeseran di Antara Pemain Lama: WhatsApp, Facebook, Instagram, dan TikTok

Facebook menempati posisi ketiga dalam jumlah pengguna aktif, diikuti oleh Instagram dan TikTok. Meski demikian, TikTok memiliki jumlah pengguna kurang dari setengah pengguna YouTube, menunjukkan bahwa meskipun tren video pendek meningkat, pengguna masih menghabiskan lebih banyak waktu di platform lain.

Dalam hal preferensi, Instagram menjadi platform favorit secara global dengan 16,6% orang dewasa memilihnya, diikuti oleh WhatsApp (16%) dan Facebook (13,1%). Namun, preferensi ini berbeda-beda berdasarkan usia dan gender. Misalnya, wanita muda lebih cenderung memilih Instagram dan TikTok, sementara pengguna berusia lebih tua lebih menyukai WhatsApp.

Instagram juga berhasil menyalip TikTok dalam hal jangkauan iklan global, terutama dengan pertumbuhan signifikan di Asia Tengah serta pasar besar seperti India dan Amerika Serikat. Meski demikian, tingkat keterlibatan pengguna di Instagram menunjukkan sedikit penurunan.

Sementara itu, TikTok tetap memiliki pengguna yang sangat aktif meskipun menghadapi tantangan seperti larangan sebagian di AS. Pengguna platform ini menghabiskan waktu yang cukup signifikan, menjadikannya tempat strategis untuk kampanye digital.


Munculnya Pemain Baru: Threads dan Bluesky

Meta mencoba menghadirkan alternatif baru dengan meluncurkan Threads, yang berhasil mengumpulkan 320 juta pengguna aktif bulanan. Namun, platform ini masih berjuang untuk meningkatkan keterlibatan dan durasi waktu pengguna di dalam aplikasi. Di sisi lain, Bluesky mengalami pertumbuhan tetapi masih menghadapi tantangan dalam mengonversi minat awal menjadi aktivitas reguler.

Sementara itu, platform kecil seperti Lemon8 dan Xiaohongshu tetap menjadi pemain niche dengan jangkauan terbatas di luar Tiongkok. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada upaya inovasi, belum ada pesaing yang benar-benar mampu menyaingi dominasi platform raksasa.


Strategi Pemasaran: Fokus pada Platform yang Sudah Mapan

Bagi para pemasar digital, data ini memberikan wawasan penting. Alih-alih terjebak dalam hype platform baru, lebih bijak untuk memanfaatkan jangkauan yang sudah terbukti dari YouTube, Facebook, Instagram, dan TikTok. Dengan jangkauan iklan YouTube mencapai 2,53 miliar pengguna dan dominasi di pasar seperti India, platform ini menjadi pilihan utama dalam strategi pemasaran digital.

Facebook masih menjadi platform kedua yang paling banyak digunakan meskipun mengalami sedikit penurunan dalam keterlibatan dan rujukan. LinkedIn juga menunjukkan pertumbuhan jangkauan iklan sebesar 17%, meskipun angkanya mencerminkan jumlah anggota terdaftar, bukan pengguna aktif harian.

Sementara itu, Reddit berhasil menggandakan jangkauan iklannya, kemungkinan karena perubahan metodologi atau strategi penayangan iklan. Pinterest juga mengalami pertumbuhan lebih dari 10% dalam jangkauan iklan, dengan daya tarik utama bagi wanita muda.


Kesimpulan

Tahun 2025 menjadi tahun di mana dominasi media sosial semakin terkonsolidasi dengan YouTube sebagai platform paling dominan, diikuti oleh WhatsApp, Facebook, Instagram, dan TikTok. Meskipun ada platform baru seperti Threads dan Bluesky, mereka masih menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan pengguna.

Bagi pemasar digital, fokus pada platform yang sudah mapan lebih direkomendasikan daripada terlalu mengandalkan platform baru yang masih belum memiliki keterlibatan yang stabil. Dengan memahami tren ini, pemasar dapat lebih efektif dalam merancang strategi kampanye yang tepat sasaran.

 

Source :  Digital 2025: top social platforms in 2025 — DataReportal – Global Digital Insights
Share this post